Selasa, 24 September 2013
Kamis, 06 Juni 2013
TUGAS VERTEBRATA
1. Bagaimanakah keanekaragaman vertebrata di Indonesia, mengapa?
Keanekaragaman
di Indonesia sangat beragam, Hutan hujan tropis di Indonesia kaya akan flora dan fauna
serta memiliki tingkat endemisme yang tinggi. Begitu pula dengan kekayaan
terumbu karang di laut Indonesia yang merupakan pusat keanekaragaman yang tertinggi
di dunia. Tingginya keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia disebabkan oleh
beberaoa faktor antara lain.
1. Wilayah Indonesia terletak pada dua kawasan biogeografi, yaitu Oriental dan Australia, sehingga Indonesia memiliki sebagian kekayaan jenis makhluk hidup Asia dan Sebagian jenis hayati Australia sebagai modal keanekaragaman jenis yang dimiliki.
2. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memilki berbagai tipe potografi yang dapat berfungsi sebagai penghalang perpindahan anggota berbagai jenis makhluk hidup atau memiliki faktor alam yang khas, sehingga memungkinkan terbentuknya jenis baru dari modal jenis yang telah ada.
3. Indoneisa terletak di daerah tropis yang merupakan salah satu sasaran imigrasi satwa dari belahan bumi utara serta belahan bumi selatan, sehingga Indonesia mendapat tembahan kekayaan jenis makhluk hidup dari perilaku migrasi.
1. Wilayah Indonesia terletak pada dua kawasan biogeografi, yaitu Oriental dan Australia, sehingga Indonesia memiliki sebagian kekayaan jenis makhluk hidup Asia dan Sebagian jenis hayati Australia sebagai modal keanekaragaman jenis yang dimiliki.
2. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memilki berbagai tipe potografi yang dapat berfungsi sebagai penghalang perpindahan anggota berbagai jenis makhluk hidup atau memiliki faktor alam yang khas, sehingga memungkinkan terbentuknya jenis baru dari modal jenis yang telah ada.
3. Indoneisa terletak di daerah tropis yang merupakan salah satu sasaran imigrasi satwa dari belahan bumi utara serta belahan bumi selatan, sehingga Indonesia mendapat tembahan kekayaan jenis makhluk hidup dari perilaku migrasi.
Tingginya
keanekaragaman
hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang
ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem
padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air
laut, ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki
keaneragaman hayati tersendiri.
2. Hewan
vertebrata apa saja yang khas di Indonesia?
·
Gajah Sumatera
Gajah
sumatra adalah mamalia
terbesar di Indonesia,
beratnya mencapai 6 ton dan tumbuh setinggi 3,5 m pada bahu. Periode kehamilan
untuk bayi gajah adalah 22 bulan dengan umur rata-rata sampai 70 tahun. Herbivora
raksasa ini sangat cerdas dan memiliki otak yang lebih besar dibandingkan
dengan mamalia darat lain. Telinga yang cukup besar membantu gajah mendengar
dengan baik dan membantu mengurangi panas tubuh seperti darah panas dingin
ketika mengalir di bawah permukaan telinga. Belalainya digunakan untuk
mendapatkan makanan dan air, dan memiliki tambahan dpt memegang (menggenggam)
di ujungnya yang digunakan seperti jari untuk meraup.
·
Badak sumatera
Ciri-ciri
yang khas dari Badak Sumatera adalah antara lain mempunyai bibir atas
lengkung-mengait kebawah (hooked upped), bercula 2 (dua), warna kulit coklat
kemerahan serta lipatan kulit hanya terdapat pada pangkal bahu, kaki depan
mupun kaki belakang, Kekhasan yang menonjol dari rhino sumatera daripada jenis
rhino lainnya adalah kulitnya yang berambut. Waktu bayi seluruh kulit badannya
ditutupi rambut yang lebat (gondrong) dan semakin jarang seiring dengan
bertambahnya usia. Namun kekhasan lain dari bulu rhino ini adalah rambutnya
akan menjadi tumbuh lebat bila hidup dan berada di daerah yang dingin,
sedangkan di daerah yang panas menjadi pendek. Sebagaimana rhino jawa, rhino
sumatera lebih banyak hidup dan tinggal dalam hutan.
·
Rusa
Salah
satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang
merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim
panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Ada
sekitar 34 spesies
rusa di seluruh dunia yang terbagi menjadi dua kelompok besar: kelompok rusa
dunia lama yang termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae;
serta kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae.
·
Harimau Sumaterea
Harimau
Sumatera adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatera mempunyai warna
paling gelap di antara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya
berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Harimau Sumatera jantan
memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut atau sekitar 250 cm
panjang dari kepala hingga kaki dengan berat 300 pound atau sekitar 140 kg,
sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60 cm. Betinanya rata-rata memiliki
panjang 78 inci atau sekitar 198 cm dan berat 200 pound atau sekitar 91 kg.
Belang harimau Sumatera lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Warna
kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai
dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua. Subspesies ini juga punya lebih
banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau
jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput
di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini
diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut
lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan.
·
Kangguru
Kanguru
mempunyai dua kaki belakang yang kuat, telapak kakinya yang besar didesain
untuk meloncat. Kanguru biasa melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam. Tapi
mereka bisa melompat hingga kecepatannya menjadi 70 km/jam. Harapan hidup
kanguru sekitar 9-18 tahun. Walau kadang-kadang ada kanguru yang bisa bertahan
hidup hingga 28 tahun.
·
Cendrawasih merah
Bulu-bulunya
cerah, berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi
perutnya, bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan di ekornya terdapat dua
buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam, menjadi ciri khas
burung cendrawasih jantan. Sementara itu, burung cendrawasih betina berukuran
lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna cokelat tua, tidak punya
bulu-bulu hiasan, dan ekornya pendek.
·
Komodo
Komodo
memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya, dan sekitar 60 buah gigi yang
bergerigi tajam sepanjang sekitar 2.5 cm, yang kerap diganti. Air liur komodo
sering kali bercampur sedikit darah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi
jaringan gingiva dan jaringan ini tercabik selama makan. Kondisi ini
menciptakan lingkungan pertumbuhan yang ideal untuk bakteri mematikan yang
hidup di mulut mereka. Komodo memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning dan
bercabang. Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit
dari abu-abu gelap sampai merah batu bata, sementara komodo betina lebih
berwarna hijau buah zaitun, dan memiliki potongan kecil kuning pada
tenggorokannya. Komodo muda lebih berwarna, dengan warna kuning, hijau dan
putih pada latar belakang hitam.
·
Burung Kasuari
Burung
Kasuari mempunyai ukuran tubuh yang berukuran sangat besar, kecuali Kasuari
Kerdil (Casuarius bennetti) yang ukuran tubuhnya lebih kecil. Burung
Kasuari tidak dapat terbang. Burung kasuari dewasa mempunyai tinggi mencapai
170 cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku.
Di atas
kepalanya Kasuari memiliki tanduk yang tinggi berwarna kecokelatan. Burung
betina serupa dengan burung jantan, dan biasanya berukuran lebih besar dan
lebih dominan. Kaki burung Kasuari sangat panjang dan kuat. Kaki ini menjadi
senjata utama burung langka dan dilindungi ini. Kaki burung Kasuari mampu
menendang dan merobohkan musuh-musuhnya, termasuk manusia, hanya dengan sekali
tendangan. Mungkin karena tendangan dan agresifitasnya ini tidak berlebihan
jika kemudian The Guinness Book of Records menganugerahinya
sebagai burung paling berbahaya di dunia.
·
Quoll
Merupakan
hewan mamalia yang termasuk dalam ordo Marsupilai yakni mamalia berkantong.
Quoll di pulau Papua hampir sama dengan Harimau di pulau Sumatera, yakni
predator paling tinggi akan tetapi ukurannya hanya sebesar kucing lokal.
Makanannya berupa serangga, tikus, kadal dan lain-lain.
3. Bagaimanakah
kondisi habitat dari hewan tersebut?
Kondisi
habitat hewan di Indonesia saat ini lumayan baik, dan hewan-hewan vertebrata di
Indonesia pun dapat menikmati habitat mereka tanpa gangguan dari manusia,
sehingga hewan-hewan ini pun dapat bebas melakukan apapun yang mereka mau dan
juga dapat mencari makanan mereka sendiri dengan leluasa. Tetapi pada dasarnya ada
beberapa tempat juga yang yang membuat kondisi hewan-hewan vertebrata di
Indonesia menjadi sedikit terganggu. Sperti di Kalimantan, di sana sering
terjadi penebangan pohon umtuk dijadikan lahan pertanian. Hal itu membuat hewan-hewan
di hutan tersebut terganggu.
4. Kegiatan
apa yang bisa anda lakukan untuk membantu kelestarian hewan-hewan tersebut?
-
Membiarkan wilayah hutan tidak terganggu
agar proses regenerasi alami dapat berjalan (wilayah hutan yang memiliki
karagaman hayati dan tutupan vegetasi baik).
-
Membantu menyadarkan masyarakat dengan
menyebarkan informasi tentang konservasi terumbu karang.
-
Hubungi Terangi apabila memiliki
informasi, jasa, atau bantuan teknis yang berhubungan dengan konservasi terumbu
karang Indonesia.
-
Dapat membantu dengan materi atau fasilitas yang
dapat digunakan.
-
Membeli produk daur ulang.
Minggu, 19 Mei 2013
Fakta tentang TUPAI
T U P A I
Klasifikasi
Tupai
Kingdom : Animalia
Filum :
Chordata
Kelas :
Mamalia
Ordo :
Scabdantia
Familia :
Tupaiidae
Genus : Tupaia
Spesies : Tupaia javanica
Morfologi (Ciri Umum Tupai) Tupai adalah
segolongan mamalia kecil yang mirip bajing. Secara ilmiah, tupai tidak sama dan
jauh kekerabatannya dengan keluarga bajing. Perbedaannya dengan bajing yaitu, tupai tidak mempunyai kumis yang panjang.
Moncongnya pun lebih panjang dan meruncing serta tidak mempunyai sepasang gigi
seri yang besar berbentuk
pahat. Seperti
bangsa bajing, bangsa tupai umumnya aktif mencari makan pada siang hari. Tupai
umumnya pandai memanjat dan memiliki indera penglihatan, pendengaran dan
penciuman yang baik. Makanannya terdiri dari serangga dan buah-buahan, namun
kadang kala juga memakan bagian tumbuhan dan binatang lain. Tupai
memiliki otak
relatif besar. Rasio besar otak berbanding besar tubuh yang terbesar pada makhluk
hidup, bahkan mengalahkan manusia. Tupai memiliki Tubuh kecil dan ramping,
kepala dan tubuh sekitar 15cm, ekor sekitar 18 cm. Di belakangnya sering kali
terjuntai ekor di atas punggungnya, lebar, tegak, berumbai dan hampir sama
panjang dengan badannya. Berkat ekor panjangnya, tupai dapat melompat dari satu
pohon ke pohon yang lain tanpa kehilangan keseimbangan.
(Ciri Khas Tupai)
· Memakan buah berkulit keras seperti buah kenari,
chesnut, hazelnut, dan buah cemara.
· Memiliki ekor panjang berumbai dan hampir sama
panjang dengan badannya.
· Ekor berfungsi sebagai alat keseimbangan dan
kemudi, sehingga memudahkan tupai melompat dari satu pohon ke pohon lain.
· Dapat melompat dari ujung dahan ke dahan lain
sejauh 4 meter.
· Pada saat melompat kai depan dan belakang
direnggangkan dan melayang serta ekor dipipihkan.
· Dapat jatuh bebas dari ketinggian 9 meter dan
mendarat mulus diatas keempat kakinya.
· Memiliki mata yang jeli untuk memperkirakan
jarak yang tepat.
Habitat Tupai hidup hampir semua
habitat dari tropis hutan hujan ke semi kering padang pasir, dan hanya menghindari daerah kutub tinggi dan
gurun terkering. Tupai kebanyakan hidup di hutan-hutan Eropa dan Amerika Utara
dan ada juga di Pulau Kalimantan (Borneo). Dari segi lokasi para tupai memilih bersarang di
tempat atau pohon yang lebat berfungsinya melindungi diri dari hujan dan
keselamatan dari bahaya.Tupai ini tergolong binatang pintar dilihat dari cara
mereka membangun sangkarnya. Mereka membuat sangkar berbentuk lingkaran dan
hanya ada satu jalan keluar. Didalam lingkaran itualah mereka beristirahat dan
bereproduksi. Bahan-bahan sangkarnya pun tergolong bahan bahan halus seperti
kapas dan daun pisang yang sudah matang.
Anatomi
Tupai mempunyai moncong (bagian muka, mulut, dan hidung) sangat panjang, bulu
ekor tidak terlalu tebal. Secara anatomi memiliki bagian: esophagus, ventriculus,
intestinum tenue, coecum, vesica fellea, hepar, pancreas, glandula
suprarenalis, ren, ureter, ovarium, oviduct, lien, dan uterus musculinus.
Keseluruhan organ akan membentuk suatu sistem organ seperti sistem pencernaan,
sistem pernapasan, sistem urogenital dan terakhir sistem saraf.
Sistem Gerak Tupai sering melakukan
kamuflase, terutama ketika di batang pohon. Tupai juga memiliki kecepatan
berpindah dari pohon satu ke pohon lainnya, sehingga predator akan terkecoh.
Tupai memiliki
kemampuan untuk mengubah kaki mereka seratus delapan puluh derajat, yang
memungkinkan untuk segera berlari menaiki pohon terdekat untuk melarikan diri.
Kumis tupai berperan
dalam menjaga keseimbangan. Jika kumisnya dipotong, tupai tak dapat menjaga
keseimbangan. Disamping itu, mereka juga menggunakan kumisnya untuk mengenali
benda-benda di sekitarnya di malam hari. Ketika mereka tidak bergerak, tubuh
binatang kecil ini akan dengan cepat kehilangan panas dan mudah membeku. Oleh
karena itu, Selama tidur tupai melilitkan ekornya yang berbulu tebal ke tubuh
dengan kencang. Ekor tupai bagaikan sebuah
mantel. Di hari-hari yang dingin, ekornya melindungi mereka dari kebekuan.
Sedang Kuku kecilnya yang tajam
menjadikannya dapat memanjat pohon tanpa kesulitan. Ia dapat dengan mudah
berlari sepanjang dahan, bergantungan dengan kepala di bawah. Tupai dapat
melompat dari ujung dahan ke dahan pohon yang lain sejauh 4 meter . Ketika
melompat, ia meregangkan kaki depan dan belakangnya
dan melayang. Sementara itu, ekornya yang
dipipihkan untuk memelihara keseimbangan. Tupai bahkan dapat jatuh bebas
dari dahan setinggi 9 meter di atas tanah dan mendarat dengan mulus di atas
tanah dengan keempat kakinya. Selain itu, tupai
memiliki gigi yang dapat aus atau tanggal dan gigi yang aus ini akan
segera digantikan dengan pertumbuhan gigi baru.
Sistem Pernapasan Sistem ini terdiri dari cor, pulmo, bronchus, trachea, larynx, glandula sublingualis, glandula submandibularis, glandula parotis. Alur-alur hidung mengandung tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang memperluas permukaan olfaktori. Laring beratap sebuah epiglottis yang mengandung pita-pita suara. Dua paru-paru masing-masing dalam ruang pleura yang terpisah. Fase aktif dalam pernapasan adalah inspirasi yang diikuti oleh depresi (perataan) dari diafragma dan elevasi dari tulang-tulang iga (dengan gerakan melengkung keluar).
Sistem
Reproduksi Hewan
mammalia melakukan fertilisasi internal, perkembangan embrio terjadi di dalam
uterus, dengan lama masa kandungan yang bervariasi tergantung pada jenis
hewannya, seperti pada kelinci masa kehamilannya sekitar 30 hari. Berdasarkan
cara reproduksi dan perkembangan fetusnya, beberapa mammalian memiliki
tingkatan-tingkatan dari yang rendah sampai yang tinggi. Pada mammalian rendah,
seperti Ordo Monotremata (platypus) dan Ordo Marsupialia (opossum dan
kangguru), platypus masih bertelur dan mengerami telurnya. Sedangkan pada
kangguru yang telurnya sangat kecil itu berkembang dalam uterus selama beberapa
hari, larva yang kemudian menetas segera keluar dari uterus dan masuk dalam
kantong perut (marsupium) dan menghisap air susu dari putting-putting induknya.
Pada mamalia yang lebih tinggi tingkatannya, zygot yang berkembang menjadi
embrio dan kemudian tumbuh menjadi fetus tinggal dalam uterus untuk waktu yang
lebih lama. Sistem sirkulasi dan nutrisinya dihubungkan melalui plasenta yang
mengangkut nutrisi dari tubuh induknya.
Sistem Eksresi Ginjal
berbentuk seperti biji kacang, ruang median ginjal yang disebut pelvis renalis
berhubungan dengan kandung kemih melalui ureter. Dari kandung kemih
mengeluarkan uretra yang akan mngeluarkan urin melalui saluran urin. Mammalia
dominan sudah memiliki saluran yang terpisah, tidak seperti hewan vertebrata
lain yang menggunakan kloaka. Mammalia memiliki saluran pembuangan sisa
pencernaan melalui anus, urin melalui uretra, dan saluran reproduksi melalui
vagina dan penis.
Sistem koordinasi pada mamalia, secara general memiliki tingkat
perkembangan yang lebih tinggi dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar
jika dibandingkan keseluruhan bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih
besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian
lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior.
Otak (Encephalon) terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan
vertebrata yang lain, seperti prosencephalon, lobus opticus, cerebellum dan
medulla oblongata.
Sistem Sirkulasi Jantung
berbilik empat pada mammalia mempunyai dua atria dan dua ventrikel yang
terpisah secara sempurna. Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan
pulmoner). Pengiriman oksigen ke seluruh tubuh akan semakin meningkat karena
tidak ada pencampuran darah yang kaya akan oksigen dengan yang miskin oksigen,
jadi lebih sempurna dari reptile. Sebgai hewan endotermik, mammalia memerlukan
lebih banyak oksigen per gram bobot tubuhnya dibandingkan dengan vertebratalain
dengan ukuran tubuh yang sama.
Sistem
Pencernaan terdiri dari kelenjar pencernaan dan organ pencernaan. Kelenjar
pencernaannya terdiri dari 4 pasang kelenjar ludah: paratiroid, infaorbital,
submaksilari, dan sublingual. Terdapat kantung empedu dengan saluran empedu dan
saluran getah pancreas yang bermuara dalam duodenum. Sekum (caecum) berdinding
tipis, panjangnya kira-kira 50 cm, mempunyai appendiks vermiformis (umbai
cacing) yang bentuknya seperti jari. Sedangkan organ pencernaannnya terdiri
dari mulut, kerongkongan, ventriculus, duodenum, ileum, rectum, dan anus.
Sistem
endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang
menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk
mempengaruhi organ-organ lain. Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar
endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon.
Hormon merupakan senyawa protein atau senyawa steroid yang mengatur kerja
proses fisiologis tubuh.
Sistem Kerja Hormon :
Kerja
system endokrin lebih lambat dibandingkan dengan system saraf, sebab untuk
mencapai sel target hormon harus mengikuti aliran system transportasi. Hormon
bekerjasama dengan system saraf untuk mengatur pertumbuhan dan tingkah
keseimbangan internal, reproduksi dan tingkah laku. Kedua system tersebut
mengaktifkan sel untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya dengan menggunakan
messenger kimia. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan atau messenger
kimia" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, dan
mempengaruhi sel target yang ada diseluruh tubuh, dan selanjutnya sel target
akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan.
Messenger
kimia dalam system neuron adalah neurotransmitter. Neurotransmitter bergerak
melalui celah sinapsis, hingga mencapai sel target.Sel target memiliki reseptor
sebagai alat untuk mengenali impuls atau rangsangan. Ikatan antara reseptor
dengan hormon didalam atau diluar sel target, menyebabkan respon pada sel
target.
Langganan:
Postingan (Atom)










