1. Bagaimanakah keanekaragaman vertebrata di Indonesia, mengapa?
Keanekaragaman
di Indonesia sangat beragam, Hutan hujan tropis di Indonesia kaya akan flora dan fauna
serta memiliki tingkat endemisme yang tinggi. Begitu pula dengan kekayaan
terumbu karang di laut Indonesia yang merupakan pusat keanekaragaman yang tertinggi
di dunia. Tingginya keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia disebabkan oleh
beberaoa faktor antara lain.
1. Wilayah Indonesia terletak pada dua kawasan biogeografi, yaitu Oriental dan Australia, sehingga Indonesia memiliki sebagian kekayaan jenis makhluk hidup Asia dan Sebagian jenis hayati Australia sebagai modal keanekaragaman jenis yang dimiliki.
2. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memilki berbagai tipe potografi yang dapat berfungsi sebagai penghalang perpindahan anggota berbagai jenis makhluk hidup atau memiliki faktor alam yang khas, sehingga memungkinkan terbentuknya jenis baru dari modal jenis yang telah ada.
3. Indoneisa terletak di daerah tropis yang merupakan salah satu sasaran imigrasi satwa dari belahan bumi utara serta belahan bumi selatan, sehingga Indonesia mendapat tembahan kekayaan jenis makhluk hidup dari perilaku migrasi.
1. Wilayah Indonesia terletak pada dua kawasan biogeografi, yaitu Oriental dan Australia, sehingga Indonesia memiliki sebagian kekayaan jenis makhluk hidup Asia dan Sebagian jenis hayati Australia sebagai modal keanekaragaman jenis yang dimiliki.
2. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memilki berbagai tipe potografi yang dapat berfungsi sebagai penghalang perpindahan anggota berbagai jenis makhluk hidup atau memiliki faktor alam yang khas, sehingga memungkinkan terbentuknya jenis baru dari modal jenis yang telah ada.
3. Indoneisa terletak di daerah tropis yang merupakan salah satu sasaran imigrasi satwa dari belahan bumi utara serta belahan bumi selatan, sehingga Indonesia mendapat tembahan kekayaan jenis makhluk hidup dari perilaku migrasi.
Tingginya
keanekaragaman
hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang
ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem
padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air
laut, ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki
keaneragaman hayati tersendiri.
2. Hewan
vertebrata apa saja yang khas di Indonesia?
·
Gajah Sumatera
Gajah
sumatra adalah mamalia
terbesar di Indonesia,
beratnya mencapai 6 ton dan tumbuh setinggi 3,5 m pada bahu. Periode kehamilan
untuk bayi gajah adalah 22 bulan dengan umur rata-rata sampai 70 tahun. Herbivora
raksasa ini sangat cerdas dan memiliki otak yang lebih besar dibandingkan
dengan mamalia darat lain. Telinga yang cukup besar membantu gajah mendengar
dengan baik dan membantu mengurangi panas tubuh seperti darah panas dingin
ketika mengalir di bawah permukaan telinga. Belalainya digunakan untuk
mendapatkan makanan dan air, dan memiliki tambahan dpt memegang (menggenggam)
di ujungnya yang digunakan seperti jari untuk meraup.
·
Badak sumatera
Ciri-ciri
yang khas dari Badak Sumatera adalah antara lain mempunyai bibir atas
lengkung-mengait kebawah (hooked upped), bercula 2 (dua), warna kulit coklat
kemerahan serta lipatan kulit hanya terdapat pada pangkal bahu, kaki depan
mupun kaki belakang, Kekhasan yang menonjol dari rhino sumatera daripada jenis
rhino lainnya adalah kulitnya yang berambut. Waktu bayi seluruh kulit badannya
ditutupi rambut yang lebat (gondrong) dan semakin jarang seiring dengan
bertambahnya usia. Namun kekhasan lain dari bulu rhino ini adalah rambutnya
akan menjadi tumbuh lebat bila hidup dan berada di daerah yang dingin,
sedangkan di daerah yang panas menjadi pendek. Sebagaimana rhino jawa, rhino
sumatera lebih banyak hidup dan tinggal dalam hutan.
·
Rusa
Salah
satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang
merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim
panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Ada
sekitar 34 spesies
rusa di seluruh dunia yang terbagi menjadi dua kelompok besar: kelompok rusa
dunia lama yang termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae;
serta kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae.
·
Harimau Sumaterea
Harimau
Sumatera adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatera mempunyai warna
paling gelap di antara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya
berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Harimau Sumatera jantan
memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut atau sekitar 250 cm
panjang dari kepala hingga kaki dengan berat 300 pound atau sekitar 140 kg,
sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60 cm. Betinanya rata-rata memiliki
panjang 78 inci atau sekitar 198 cm dan berat 200 pound atau sekitar 91 kg.
Belang harimau Sumatera lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Warna
kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai
dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua. Subspesies ini juga punya lebih
banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau
jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput
di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini
diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut
lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan.
·
Kangguru
Kanguru
mempunyai dua kaki belakang yang kuat, telapak kakinya yang besar didesain
untuk meloncat. Kanguru biasa melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam. Tapi
mereka bisa melompat hingga kecepatannya menjadi 70 km/jam. Harapan hidup
kanguru sekitar 9-18 tahun. Walau kadang-kadang ada kanguru yang bisa bertahan
hidup hingga 28 tahun.
·
Cendrawasih merah
Bulu-bulunya
cerah, berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi
perutnya, bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan di ekornya terdapat dua
buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam, menjadi ciri khas
burung cendrawasih jantan. Sementara itu, burung cendrawasih betina berukuran
lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna cokelat tua, tidak punya
bulu-bulu hiasan, dan ekornya pendek.
·
Komodo
Komodo
memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya, dan sekitar 60 buah gigi yang
bergerigi tajam sepanjang sekitar 2.5 cm, yang kerap diganti. Air liur komodo
sering kali bercampur sedikit darah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi
jaringan gingiva dan jaringan ini tercabik selama makan. Kondisi ini
menciptakan lingkungan pertumbuhan yang ideal untuk bakteri mematikan yang
hidup di mulut mereka. Komodo memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning dan
bercabang. Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit
dari abu-abu gelap sampai merah batu bata, sementara komodo betina lebih
berwarna hijau buah zaitun, dan memiliki potongan kecil kuning pada
tenggorokannya. Komodo muda lebih berwarna, dengan warna kuning, hijau dan
putih pada latar belakang hitam.
·
Burung Kasuari
Burung
Kasuari mempunyai ukuran tubuh yang berukuran sangat besar, kecuali Kasuari
Kerdil (Casuarius bennetti) yang ukuran tubuhnya lebih kecil. Burung
Kasuari tidak dapat terbang. Burung kasuari dewasa mempunyai tinggi mencapai
170 cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku.
Di atas
kepalanya Kasuari memiliki tanduk yang tinggi berwarna kecokelatan. Burung
betina serupa dengan burung jantan, dan biasanya berukuran lebih besar dan
lebih dominan. Kaki burung Kasuari sangat panjang dan kuat. Kaki ini menjadi
senjata utama burung langka dan dilindungi ini. Kaki burung Kasuari mampu
menendang dan merobohkan musuh-musuhnya, termasuk manusia, hanya dengan sekali
tendangan. Mungkin karena tendangan dan agresifitasnya ini tidak berlebihan
jika kemudian The Guinness Book of Records menganugerahinya
sebagai burung paling berbahaya di dunia.
·
Quoll
Merupakan
hewan mamalia yang termasuk dalam ordo Marsupilai yakni mamalia berkantong.
Quoll di pulau Papua hampir sama dengan Harimau di pulau Sumatera, yakni
predator paling tinggi akan tetapi ukurannya hanya sebesar kucing lokal.
Makanannya berupa serangga, tikus, kadal dan lain-lain.
3. Bagaimanakah
kondisi habitat dari hewan tersebut?
Kondisi
habitat hewan di Indonesia saat ini lumayan baik, dan hewan-hewan vertebrata di
Indonesia pun dapat menikmati habitat mereka tanpa gangguan dari manusia,
sehingga hewan-hewan ini pun dapat bebas melakukan apapun yang mereka mau dan
juga dapat mencari makanan mereka sendiri dengan leluasa. Tetapi pada dasarnya ada
beberapa tempat juga yang yang membuat kondisi hewan-hewan vertebrata di
Indonesia menjadi sedikit terganggu. Sperti di Kalimantan, di sana sering
terjadi penebangan pohon umtuk dijadikan lahan pertanian. Hal itu membuat hewan-hewan
di hutan tersebut terganggu.
4. Kegiatan
apa yang bisa anda lakukan untuk membantu kelestarian hewan-hewan tersebut?
-
Membiarkan wilayah hutan tidak terganggu
agar proses regenerasi alami dapat berjalan (wilayah hutan yang memiliki
karagaman hayati dan tutupan vegetasi baik).
-
Membantu menyadarkan masyarakat dengan
menyebarkan informasi tentang konservasi terumbu karang.
-
Hubungi Terangi apabila memiliki
informasi, jasa, atau bantuan teknis yang berhubungan dengan konservasi terumbu
karang Indonesia.
-
Dapat membantu dengan materi atau fasilitas yang
dapat digunakan.
-
Membeli produk daur ulang.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar