T U P A I
Klasifikasi
Tupai
Kingdom : Animalia
Filum :
Chordata
Kelas :
Mamalia
Ordo :
Scabdantia
Familia :
Tupaiidae
Genus : Tupaia
Spesies : Tupaia javanica
Morfologi (Ciri Umum Tupai) Tupai adalah
segolongan mamalia kecil yang mirip bajing. Secara ilmiah, tupai tidak sama dan
jauh kekerabatannya dengan keluarga bajing. Perbedaannya dengan bajing yaitu, tupai tidak mempunyai kumis yang panjang.
Moncongnya pun lebih panjang dan meruncing serta tidak mempunyai sepasang gigi
seri yang besar berbentuk
pahat. Seperti
bangsa bajing, bangsa tupai umumnya aktif mencari makan pada siang hari. Tupai
umumnya pandai memanjat dan memiliki indera penglihatan, pendengaran dan
penciuman yang baik. Makanannya terdiri dari serangga dan buah-buahan, namun
kadang kala juga memakan bagian tumbuhan dan binatang lain. Tupai
memiliki otak
relatif besar. Rasio besar otak berbanding besar tubuh yang terbesar pada makhluk
hidup, bahkan mengalahkan manusia. Tupai memiliki Tubuh kecil dan ramping,
kepala dan tubuh sekitar 15cm, ekor sekitar 18 cm. Di belakangnya sering kali
terjuntai ekor di atas punggungnya, lebar, tegak, berumbai dan hampir sama
panjang dengan badannya. Berkat ekor panjangnya, tupai dapat melompat dari satu
pohon ke pohon yang lain tanpa kehilangan keseimbangan.
(Ciri Khas Tupai)
· Memakan buah berkulit keras seperti buah kenari,
chesnut, hazelnut, dan buah cemara.
· Memiliki ekor panjang berumbai dan hampir sama
panjang dengan badannya.
· Ekor berfungsi sebagai alat keseimbangan dan
kemudi, sehingga memudahkan tupai melompat dari satu pohon ke pohon lain.
· Dapat melompat dari ujung dahan ke dahan lain
sejauh 4 meter.
· Pada saat melompat kai depan dan belakang
direnggangkan dan melayang serta ekor dipipihkan.
· Dapat jatuh bebas dari ketinggian 9 meter dan
mendarat mulus diatas keempat kakinya.
· Memiliki mata yang jeli untuk memperkirakan
jarak yang tepat.
Habitat Tupai hidup hampir semua
habitat dari tropis hutan hujan ke semi kering padang pasir, dan hanya menghindari daerah kutub tinggi dan
gurun terkering. Tupai kebanyakan hidup di hutan-hutan Eropa dan Amerika Utara
dan ada juga di Pulau Kalimantan (Borneo). Dari segi lokasi para tupai memilih bersarang di
tempat atau pohon yang lebat berfungsinya melindungi diri dari hujan dan
keselamatan dari bahaya.Tupai ini tergolong binatang pintar dilihat dari cara
mereka membangun sangkarnya. Mereka membuat sangkar berbentuk lingkaran dan
hanya ada satu jalan keluar. Didalam lingkaran itualah mereka beristirahat dan
bereproduksi. Bahan-bahan sangkarnya pun tergolong bahan bahan halus seperti
kapas dan daun pisang yang sudah matang.
Anatomi
Tupai mempunyai moncong (bagian muka, mulut, dan hidung) sangat panjang, bulu
ekor tidak terlalu tebal. Secara anatomi memiliki bagian: esophagus, ventriculus,
intestinum tenue, coecum, vesica fellea, hepar, pancreas, glandula
suprarenalis, ren, ureter, ovarium, oviduct, lien, dan uterus musculinus.
Keseluruhan organ akan membentuk suatu sistem organ seperti sistem pencernaan,
sistem pernapasan, sistem urogenital dan terakhir sistem saraf.
Sistem Gerak Tupai sering melakukan
kamuflase, terutama ketika di batang pohon. Tupai juga memiliki kecepatan
berpindah dari pohon satu ke pohon lainnya, sehingga predator akan terkecoh.
Tupai memiliki
kemampuan untuk mengubah kaki mereka seratus delapan puluh derajat, yang
memungkinkan untuk segera berlari menaiki pohon terdekat untuk melarikan diri.
Kumis tupai berperan
dalam menjaga keseimbangan. Jika kumisnya dipotong, tupai tak dapat menjaga
keseimbangan. Disamping itu, mereka juga menggunakan kumisnya untuk mengenali
benda-benda di sekitarnya di malam hari. Ketika mereka tidak bergerak, tubuh
binatang kecil ini akan dengan cepat kehilangan panas dan mudah membeku. Oleh
karena itu, Selama tidur tupai melilitkan ekornya yang berbulu tebal ke tubuh
dengan kencang. Ekor tupai bagaikan sebuah
mantel. Di hari-hari yang dingin, ekornya melindungi mereka dari kebekuan.
Sedang Kuku kecilnya yang tajam
menjadikannya dapat memanjat pohon tanpa kesulitan. Ia dapat dengan mudah
berlari sepanjang dahan, bergantungan dengan kepala di bawah. Tupai dapat
melompat dari ujung dahan ke dahan pohon yang lain sejauh 4 meter . Ketika
melompat, ia meregangkan kaki depan dan belakangnya
dan melayang. Sementara itu, ekornya yang
dipipihkan untuk memelihara keseimbangan. Tupai bahkan dapat jatuh bebas
dari dahan setinggi 9 meter di atas tanah dan mendarat dengan mulus di atas
tanah dengan keempat kakinya. Selain itu, tupai
memiliki gigi yang dapat aus atau tanggal dan gigi yang aus ini akan
segera digantikan dengan pertumbuhan gigi baru.
Sistem Pernapasan Sistem ini terdiri dari cor, pulmo, bronchus, trachea, larynx, glandula sublingualis, glandula submandibularis, glandula parotis. Alur-alur hidung mengandung tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang memperluas permukaan olfaktori. Laring beratap sebuah epiglottis yang mengandung pita-pita suara. Dua paru-paru masing-masing dalam ruang pleura yang terpisah. Fase aktif dalam pernapasan adalah inspirasi yang diikuti oleh depresi (perataan) dari diafragma dan elevasi dari tulang-tulang iga (dengan gerakan melengkung keluar).
Sistem
Reproduksi Hewan
mammalia melakukan fertilisasi internal, perkembangan embrio terjadi di dalam
uterus, dengan lama masa kandungan yang bervariasi tergantung pada jenis
hewannya, seperti pada kelinci masa kehamilannya sekitar 30 hari. Berdasarkan
cara reproduksi dan perkembangan fetusnya, beberapa mammalian memiliki
tingkatan-tingkatan dari yang rendah sampai yang tinggi. Pada mammalian rendah,
seperti Ordo Monotremata (platypus) dan Ordo Marsupialia (opossum dan
kangguru), platypus masih bertelur dan mengerami telurnya. Sedangkan pada
kangguru yang telurnya sangat kecil itu berkembang dalam uterus selama beberapa
hari, larva yang kemudian menetas segera keluar dari uterus dan masuk dalam
kantong perut (marsupium) dan menghisap air susu dari putting-putting induknya.
Pada mamalia yang lebih tinggi tingkatannya, zygot yang berkembang menjadi
embrio dan kemudian tumbuh menjadi fetus tinggal dalam uterus untuk waktu yang
lebih lama. Sistem sirkulasi dan nutrisinya dihubungkan melalui plasenta yang
mengangkut nutrisi dari tubuh induknya.
Sistem Eksresi Ginjal
berbentuk seperti biji kacang, ruang median ginjal yang disebut pelvis renalis
berhubungan dengan kandung kemih melalui ureter. Dari kandung kemih
mengeluarkan uretra yang akan mngeluarkan urin melalui saluran urin. Mammalia
dominan sudah memiliki saluran yang terpisah, tidak seperti hewan vertebrata
lain yang menggunakan kloaka. Mammalia memiliki saluran pembuangan sisa
pencernaan melalui anus, urin melalui uretra, dan saluran reproduksi melalui
vagina dan penis.
Sistem koordinasi pada mamalia, secara general memiliki tingkat
perkembangan yang lebih tinggi dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar
jika dibandingkan keseluruhan bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih
besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian
lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior.
Otak (Encephalon) terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan
vertebrata yang lain, seperti prosencephalon, lobus opticus, cerebellum dan
medulla oblongata.
Sistem Sirkulasi Jantung
berbilik empat pada mammalia mempunyai dua atria dan dua ventrikel yang
terpisah secara sempurna. Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan
pulmoner). Pengiriman oksigen ke seluruh tubuh akan semakin meningkat karena
tidak ada pencampuran darah yang kaya akan oksigen dengan yang miskin oksigen,
jadi lebih sempurna dari reptile. Sebgai hewan endotermik, mammalia memerlukan
lebih banyak oksigen per gram bobot tubuhnya dibandingkan dengan vertebratalain
dengan ukuran tubuh yang sama.
Sistem
Pencernaan terdiri dari kelenjar pencernaan dan organ pencernaan. Kelenjar
pencernaannya terdiri dari 4 pasang kelenjar ludah: paratiroid, infaorbital,
submaksilari, dan sublingual. Terdapat kantung empedu dengan saluran empedu dan
saluran getah pancreas yang bermuara dalam duodenum. Sekum (caecum) berdinding
tipis, panjangnya kira-kira 50 cm, mempunyai appendiks vermiformis (umbai
cacing) yang bentuknya seperti jari. Sedangkan organ pencernaannnya terdiri
dari mulut, kerongkongan, ventriculus, duodenum, ileum, rectum, dan anus.
Sistem
endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang
menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk
mempengaruhi organ-organ lain. Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar
endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon.
Hormon merupakan senyawa protein atau senyawa steroid yang mengatur kerja
proses fisiologis tubuh.
Sistem Kerja Hormon :
Kerja
system endokrin lebih lambat dibandingkan dengan system saraf, sebab untuk
mencapai sel target hormon harus mengikuti aliran system transportasi. Hormon
bekerjasama dengan system saraf untuk mengatur pertumbuhan dan tingkah
keseimbangan internal, reproduksi dan tingkah laku. Kedua system tersebut
mengaktifkan sel untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya dengan menggunakan
messenger kimia. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan atau messenger
kimia" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, dan
mempengaruhi sel target yang ada diseluruh tubuh, dan selanjutnya sel target
akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan.
Messenger
kimia dalam system neuron adalah neurotransmitter. Neurotransmitter bergerak
melalui celah sinapsis, hingga mencapai sel target.Sel target memiliki reseptor
sebagai alat untuk mengenali impuls atau rangsangan. Ikatan antara reseptor
dengan hormon didalam atau diluar sel target, menyebabkan respon pada sel
target.



Peran tupai dalam keseimbangan alam??
BalasHapus